| WIZARD 2016 by Ricky Suhanda |
Halo Wizard apa kabar? Layaknya interview biasanya boleh diperkenalkan dulu masing masing personil saat ini, dan kesibukan dari masing masing personil apa ada projek yang lain selain di Wizard?
Halo, so far kabar kita hari ini sangat baik.
Sebelum saya menjawab beberapa pertanyaan, saya fikir ini
adalah suatu pekerjaan yang begitu baik. Untuk itu saya mau berterima kasih
banyak buat admin nya “ Spirit Of 16 “ yaitu, ( Alwan Elvino ) yang sudah
bersedia interview kita. Oke langsung aja yaa J
Wizard terdiri dari 4 personil. Diantaranya Vocal ada Rangga, Guitar ada
Begeng, Bass ada Azis, Drum ada Fauzan dan di pertengahan tahun 2016, saat ini
kita juga dibantu oleh Ricky dari “ Brainwashed “ untuk Back Up guitar kita
sebelumnya yang di isi oleh Rifa.
Beberapa personil kita aktif dalam Bekerja dan Kuliah.
Selain projek di Wizard seperti kebanyakan personil pasti selalu punya projek
lain, seperti Azis, Fauzan dan Ricky mereka juga terbentuk dalam “ Brainwashed
“, lalu guitar kita Begeng saat ini juga sedang menjalankan rekaman album kedua
nya bersama “ Still Burn “, juga menjadi guitar di salah satu band Hc/Punk asal
Jakarta yaitu, “ Straight Answer “.
Boleh cerita awal mula Wizard terbentuk? Dan
kenapa memilih nama Wizard?
Wizard berdiri pada tahun 2013 di kota kita sendiri yaitu,
Depok.
Pada tahun itu posisi masing – masing band ini sudah
terbentuk dengan beberapa personil sebelumnya, beberapa bulan band ini berjalan
saat itu Vocal dan Guitar kita keluar. Setelah masuk di tahun 2014 posisi
tersebut di gantikan oleh Rangga dan Begeng, lalu pada akhir tahun 2015 guitar
kita Rifa juga memutuskan untuk keluar yang saat ini sudah dibantu oleh Ricky.
Dan sampai saat sekarang Wizard terdiri dari beberapa nama yang sudah saya
sebutkan di pertanyaan sebelumnya.
Kenapa kita memilih nama Wizard?
Menurut kita Wizard diartikan sebagai kata “ Penyihir “,
bagi kami kata tersebut adalah bertujuan untuk menyihir banyak orang yang dapat
melihat bagaimana kita beraksi diatas panggung. Merasakan bagaimana emosi yang
kita keluarkan lewat lagu yang kita ciptakan. Dan secara bersamaan itu juga
kita membuat mereka langsung jatuh cinta dengan apa yang mereka lihat saat kita
berada di dalam show / gig yang biasa kalian temui.
Kalian juga bagian dari GTC yang waktu itu adain
acara Mosh Never End di Porsea, boleh kasih tau ke para pembaca apa sih GTC
itu?
Awalnya dari temen – temen lingkungan aja
sih, dulu kita sering banget ngumpul setiap hari dimana biasanya kita
menghabiskan banyak waktu untuk ngobrolin seputar band, gig, dan lain – lain.
Waktu itu nama GTC belum terbentuk dan masih belum banyak yang ngumpul seperti
sekarang, kurang lebih hanya 8 orang ingat saya. Namun karna setiap minggu kita
sering dateng ke beberapa tempat acara di Depok, lama kelamaan bermunculan
temen – temen yang senang mau ikut bergabung dan akhirnya terbentuk lah nama
GTC. Saya sendiri gak bisa banyak menjelaskan apa sih GTC itu?
Yang jelas GTC sudah melebihi bagian dari teman atau bahkan kerabat dekat.
Lebih tepatnya GTC adalah bagian dari keluarga juga menjadi rumah kedua untuk
saya dan teman – teman.
![]() |
| Wizard at Modern Guns Release Party by Dimas Andika |
Pengaruh dari musik yang kalian mainkan saat ini?
Climates, Glances, More Than Life,
Counterparts, Conveyer, The Best Pessimist, etc.
Kalian baru saja merilis album yang bertajuk
“The Boundaries Toward Of Lost Love” boleh berbagi cerita berapa lama proses
pengerjaannya apakah ada kesulitan?
Yooo, mungkin kali ini saya akan bercerita cukup panjang
tentang pengerjaan EP album kami yang baru saja rilis di tahun 2016 ini,
tepatnya pada bulan September lalu.
Sebenarnya kita sudah memulai masuk rekaman pada tahun 2014
lalu di salah satu studio di Cibubur, Jakarta Timur. Namun karna banyaknya
kendala dan kesulitan akhirnya kita memutuskan untuk jeda recording kurang
lebih selama 1 tahun. Banyak waktu yang terbuang dan sempat berfikir untuk
mengakhiri recording karna mood kita sudah hilang untuk melanjutkan rekaman EP
album ini. Dan beberapa personil kita juga saat itu sedang aktif di band
lainnya, terhalang juga oleh Tour mereka ke beberapa kota di Jawa Tengah, dan
dari kondisi studio tersebut juga yang selalu tidak tepat dengan jadwal
senggang kita di luar aktifitas jam Kerja dan Kuliah.
Sampai tahap akhir hingga proses Mixing & Mastering
bulan Juli lalu akhirnya rekaman ini di nyatakan selesai, begitu senang dan
sangat puas ketika mengetahui bahwa pekerjaan ini mampu kita selesaikan dengan
baik. Hanya saja waktu sempat memberikan kita banyak kendala dan kesulitan yang
cukup membuat mood kita hilang.
Apa ada kisah atau sesuatu yang kalian ceritakan
dibalik Album “The Boundaries Toward Lost Love” ?
Sebenarnya nama EP album kita “
The Boundaries Towards of Lost Love “ diambil dari beberapa kejadian yang
mungkin pernah di temui oleh orang – orang disekitar kita. Bagaimana kita
menghadapi suatu masalah ketika cinta telah memberikan rasa sakit, kecewa, lalu
terjebak di dalam emosi, dan berharap mimpi buruk itu akan segera berakhir.
Melupakan bagian – bagian potongan masa lalu pada sebuah kejadian yang telah
dilalui bersama. Namun dampak lain dari hal tersebut akan memberikan kita suatu
pelajaran bahwa kita harus bisa menerima cinta yang hilang. Dan saya kira itu
sudah cukup menjelaskan sesuatu di balik nama EP album kita
![]() |
| Wizard album cover, i stole it from their bandcamp |
Dari cover album kalian seorang gadis yang
memegang bunga kenapa kalian memilih itu sebagai cover?
Nah, saya sudah menduga pertanyaan ini akan ada di
interview. Karna sebelumnya banyak juga pertanyaan yang saya terima siapa gadis
itu di balik cover tersebut? Oke jangan terlalu bahas lebih jauh tentang soal
siapa gadis itu hehehehe.
Saya fikir jawaban nya adalah tidak lain dari jawaban
pertanyaan ke 6 diatas tadi. Seorang gadis dengan memegang bunga menunjukan
bagaimana kita telah terlepas dari suatu ikatan hubungan. Posisi gadis menunduk
dengan duduk di atas bangku tersebut diartikan bahwa salah satu dari mereka
sudah benar - benar pergi meninggalkan tempat itu, dan bunga tersebut juga
diartikan sebagai tanda kehilangan pada peristiwa yang dikaitkan dengan
kepergian / cinta yang hilang.
Jadi awal konsep ide cover kita itu terbilang mudah. Kita
cukup menyamakan gambaran nya dengan nama EP albumnya. Hanya saja kita butuh
pemeran seorang gadis yang mau kita jadikan objek sebagai cover untuk album nya
saat itu.
Next project dari Wizard apanih? Rilisan lagi kah, Tour, atau mungkin yang lain?
Next project dari Wizard apanih? Rilisan lagi kah, Tour, atau mungkin yang lain?
Beberapa bulan ke depan kita akan melaksanakan Tour album kami ke beberapa kota di Jawa Tengah dan mungkin akan di jadwalkan sampai Jawa Timur. Semoga terlaksana dengan baik dan tidak ada kendala apapun. Dan rencana kedepannya juga kita akan kembali mencoba merekam lagu baru sebagai single 2017 yang nanti bisa kalian dengarkan di Bandcamp atau Soundclod kita.
Kalian juga bagian darah muda dari Kota
Depok,mungkin ada harapan untuk kedepannya buat skena di Depok.
Bagi kami, Depok sudah memiliki peran nya masing – masing
saat ini. Banyak band – band yang terbilang muda namun cukup kuat untuk membawa
Depok menjadi kota yang wajib di kunjungi oleh band – band yang sedang
menjalankan Tour.
Jadi harapan kedepannya dari kami semoga semua temen – temen disini senantiasa
selalu mencintai scene / gig di Depok, bahkan dimana saja kalau bisa hehehe.
Makin banyak venue di Depok yang bisa menjadi wadah tempat berkumpulnya ide,
sharing, referensi dan lain – lain.
Jangan lupa membeli tiket sewaktu mau nonton band kesukaan kalian,
jangan lupa untuk membeli rilisan fisik & merchandisenya, jangan malas
untuk membaca, dan support terus band – band di Depok.
Jadi saya rasa interview ini sudah cukup sampai disini.
Sekian dan terima kasih banyak buat kalian yang sudah menyempatkan waktu untuk
membaca. Much love
~ AE

















